Tekad Muhsin Wujudkan Pesantren Mandiri Melalui Unit Usaha Produktif

Avatar
Plt Kadis Pendidikan Dayah Aceh, Muhsin, S.Pd.I., M.Pd.I., saat menjadi narasumber pada talkshow Kemandirian Ekonomi Pesantren yang diselenggarakan Bank Indonesia di Gedung AAC Prof. Dayah Dawood USK, Banda Aceh, Senin (27/4/2026).
Plt Kadis Pendidikan Dayah Aceh, Muhsin, S.Pd.I., M.Pd.I., saat menjadi narasumber pada talkshow Kemandirian Ekonomi Pesantren yang diselenggarakan Bank Indonesia di Gedung AAC Prof. Dayah Dawood USK, Banda Aceh, Senin (27/4/2026).

Banda Aceh – Upaya mendorong kemandirian ekonomi pesantren terus diperkuat melalui kolaborasi berbagai pihak. Hal ini terlihat dalam kegiatan talkshow bertema Kemandirian Ekonomi Pesantren yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia di Gedung AAC Prof. Dayah Dawood Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh, pada Senin, 27 April 2026.

Kegiatan ini menghadirkan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Muhsin, S.Pd.I., M.Pd.I., sebagai salah satu narasumber utama. Dalam pemaparannya, Muhsin menegaskan bahwa pesantren memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pemberdayaan ekonomi berbasis masyarakat. Menurutnya, selain berperan sebagai lembaga pendidikan keagamaan, pesantren juga dapat dikembangkan sebagai motor penggerak ekonomi lokal yang mandiri dan berkelanjutan.

Ia menjelaskan bahwa kemandirian ekonomi pesantren dapat diwujudkan melalui penguatan unit usaha produktif yang dikelola secara profesional, seperti pertanian, peternakan, perikanan, hingga usaha mikro berbasis santri. Dengan dukungan manajemen yang baik serta pemanfaatan teknologi, pesantren mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang tidak hanya menopang operasional lembaga, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Lebih lanjut, Muhsin menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan stakeholder lainnya dalam mendukung pengembangan ekonomi pesantren. Ia mengapresiasi peran Bank Indonesia yang secara konsisten mendorong pemberdayaan ekonomi syariah, termasuk melalui program penguatan pesantren sebagai pusat ekonomi umat.

“Kemandirian pesantren bukan hanya soal bertahan, tetapi bagaimana pesantren mampu berkembang dan memberi kontribusi nyata bagi perekonomian daerah,” ujarnya.

Talkshow ini turut dihadiri oleh berbagai kalangan, mulai dari pimpinan dayah, akademisi, praktisi ekonomi syariah, hingga para santri. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai gagasan strategis yang disampaikan, terutama terkait penguatan kapasitas sumber daya manusia, akses pembiayaan, serta pengembangan jaringan usaha pesantren.

Pihak Bank Indonesia dalam kesempatan tersebut juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan ekonomi pesantren melalui berbagai program, seperti pelatihan kewirausahaan, digitalisasi usaha, hingga akses ke ekosistem halal value chain.

Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat peran pesantren sebagai pilar ekonomi umat yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing di era modern.