Wali Kota Illiza: Kolaborasi Antar Kota Adalah Kunci Percepatan Kemajuan Daerah

Avatar
Wali Kota Banda Aceh, Illiza Saaduddin Djamal, menyampaikan paparan dalam konferensi pers APEKSI di Banda Aceh, didampingi Wakil Wali Kota Afdhal Khalilullah dan jajaran APEKSI, membahas sinergi serta arah pembangunan kota ke depan.
Wali Kota Banda Aceh, Illiza Saaduddin Djamal, menyampaikan paparan dalam konferensi pers APEKSI di Banda Aceh, didampingi Wakil Wali Kota Afdhal Khalilullah dan jajaran APEKSI, membahas sinergi serta arah pembangunan kota ke depan.

BANDA ACEH – Pemerintah Kota Banda Aceh bersama Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Komisariat Wilayah I menggelar konferensi pers strategis yang mempertemukan para pemangku kepentingan lintas daerah, sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi pembangunan antar kota di Indonesia.

Kegiatan yang berlangsung di Banda Aceh ini menjadi momentum penting bagi pemerintah kota untuk menyampaikan capaian pembangunan, program prioritas, serta arah kebijakan ke depan di tengah dinamika dan tantangan pembangunan yang semakin kompleks. Tidak hanya itu, forum ini juga menjadi ruang terbuka bagi media untuk menggali berbagai isu aktual yang berkembang di masyarakat.

Acara diawali dengan pembukaan oleh Ketua Panitia Pelaksana yang menegaskan bahwa konferensi pers ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wadah komunikasi strategis antar pemerintah kota. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dan pertukaran gagasan dalam menghadapi tantangan perkotaan, mulai dari persoalan infrastruktur, pelayanan publik, hingga ketahanan ekonomi daerah.

Paparan utama kemudian disampaikan oleh Wali Kota Banda Aceh, Illiza Saaduddin Djamal. Dalam pemaparannya, ia menegaskan komitmen Pemerintah Kota Banda Aceh untuk terus menghadirkan pembangunan yang berpihak pada kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, pembangunan kota tidak hanya diukur dari pertumbuhan fisik semata, tetapi juga dari kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan warga. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Banda Aceh terus mendorong inovasi dalam berbagai sektor, termasuk digitalisasi layanan publik guna meningkatkan efisiensi dan transparansi.

Selain itu, Illiza juga menyoroti pentingnya penguatan sektor ekonomi kreatif sebagai salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Ia meyakini bahwa potensi lokal yang dimiliki Banda Aceh, jika dikelola dengan baik, mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Tak kalah penting, pembangunan berkelanjutan berbasis kearifan lokal juga menjadi fokus utama. Illiza menegaskan bahwa identitas budaya dan nilai-nilai lokal harus tetap menjadi fondasi dalam setiap kebijakan pembangunan, sehingga kemajuan kota tidak menggerus jati diri masyarakat.

“Kolaborasi antar kota menjadi kunci dalam mempercepat kemajuan daerah. Dengan berbagi pengalaman dan inovasi, kita bisa tumbuh bersama menghadapi tantangan global,” ujarnya.

Paparan berikutnya disampaikan oleh Direktur Eksekutif APEKSI Pusat yang menggarisbawahi peran strategis APEKSI sebagai jembatan kolaborasi antar pemerintah kota di seluruh Indonesia. Ia menjelaskan bahwa APEKSI terus berupaya mendorong pertukaran pengetahuan dan inovasi antar daerah.

Menurutnya, tantangan global seperti digitalisasi, perubahan iklim, dan urbanisasi menuntut pemerintah kota untuk lebih adaptif dan responsif. Dalam konteks ini, APEKSI hadir sebagai platform yang memperkuat kapasitas daerah melalui berbagai program kerja, pelatihan, serta forum diskusi antar kepala daerah.

Ia juga memberikan apresiasi terhadap langkah-langkah progresif yang telah dilakukan oleh berbagai kota, termasuk Banda Aceh, dalam menghadirkan inovasi pelayanan publik dan pembangunan yang inklusif.

Sementara itu, Ketua Komwil I APEKSI, Afdhal Khalilullah, dalam pemaparannya menekankan pentingnya sinergi di tingkat regional, khususnya di wilayah Sumatera. Ia menyampaikan bahwa kerja sama antar kota harus terus diperkuat, tidak hanya dalam pembangunan infrastruktur, tetapi juga dalam pengembangan ekonomi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Menurutnya, kolaborasi lintas daerah akan menciptakan kekuatan kolektif yang mampu mendorong pemerataan pembangunan dan mengurangi kesenjangan antar wilayah.

“Jika kita bergerak bersama, maka dampaknya akan jauh lebih besar. Sinergi antar kota di wilayah Sumatera menjadi kunci untuk menciptakan pembangunan yang merata dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Konferensi pers ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk jajaran APEKSI, Ketua Panitia Pelaksana, serta unsur pemerintah daerah lainnya yang terlibat dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Suasana konferensi berlangsung formal namun tetap komunikatif. Para awak media terlihat aktif mengajukan pertanyaan, mulai dari isu pembangunan kota, tata kelola pemerintahan, hingga pelayanan publik. Sesi tanya jawab pun dimanfaatkan secara maksimal untuk memberikan klarifikasi dan penjelasan yang komprehensif kepada publik.

Direktur Eksekutif APEKSI Pusat dalam sesi tersebut memberikan jawaban yang mendalam dan penuh makna, menegaskan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam setiap kebijakan pemerintah kota.

Sebagai rangkaian lanjutan kegiatan, para peserta dijadwalkan menghadiri acara welcome dinner yang akan berlangsung di Balai Meuseuraya pada pukul 20.00 WIB. Kegiatan ini diharapkan menjadi ajang mempererat hubungan antar pemangku kepentingan dalam suasana yang lebih santai namun tetap produktif.

Melalui konferensi pers ini, diharapkan terbangun komunikasi yang lebih terbuka antara pemerintah dan masyarakat, serta semakin memperkuat sinergi antar kota dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat.[]