Bank BPD Aceh Ditangan Aminullah Berkembang Pesat

Dinobatkan Sebagai CEO BUMD On Crisis Management Terbaik Nasional

BANDA ACEH – H Aminullah Usman SE Ak MM, sosok anak kampung inspiratif dan berprestasi dibalik perkembangan pesat Bank BPD Aceh yang saat ini bernama Bank Aceh Syariah (BAS). Ditangan sosok yang disebut-sebut sebagai Banker senior Aceh itu, BAS dapat tumbuh berkembang pesat dan keluar dari berbagai zona yang benar-benar sulit dimasanya.

Mari kita ulas seputar kepemimpinan putra kelahiran Seuradeuk, Woyla Timur Aceh Barat, 1 Agustus 1958 itu. Aminullah memulai karirnya sebagai Kabag Keuangan Pusat Pelayanan Koperasi pada tahun (1980-1982), Staf Kantor Akuntan Drs. M. Hasbuh Aziz (1982-1983), Pimpinan CV. Karya Sari Cabang Banda Aceh (1982-1984).

Lalu pada 1 April 1984 Aminullah mulai menjadi karyawan PT. Bank BPD Aceh, Kepala Seksi Akutansi pada Kantor Direksi (15 Juli 1987-26 Mei 1988), Kepala Bagian Keuangan dan Akutansi Kantor Direksi (26 Mei 1988-1 April 1991), Kepala Biro Pemasaran Kantor Direksi (1 April 1991-8 Febuary 1993), Pejabat Sementara PT. Bank BPD Aceh Cabang Meulaboh tahun 1989, Pejabat sementara PT. Bank BPD Aceh Cabang Langsa tahun 1992, Pemimpin cabang PT Bank BPD Aceh cabang Lhokseumawe (8 Febuary 1993-10 April 1997), Pemimpin Cabang Utama PT. Bank BPD Aceh Banda Aceh (10 April 1997-22 Agustus 2000), Pengelola sementara (PLS Direksi) PT Bank BPD Aceh (23 Agustus 2000-12 November 2001).

Atas segudang prestasi dan sepak terjangnya itu, ia pun berhasil meraih amanah sebagai Direktur Utama PT. Bank BPD Aceh I (12 November 2001-12 November 2005), Pejabat pelaksana tugas sementara direksi PT Bank BPD Aceh (14 November 2005-13 Febuary 2006), Pejabat pelaksana tugas sementara Direksi PT. Bank BPD Aceh (13 Febuary-24 Maret 2008), Direktur Utama PT. Bank BPD Aceh Periode ke-II (sampai 24 Maret 2010) dan Carateker Direktur Utama tanggal 25 Maret s/d 3 Agustus 2010.

Namun publik perlu mengetahui, tidak semudah membalikan telapak tangan bagi seorang Aminullah Usman bisa berada di posisi-posisi itu. Disaat Aminullah memimpin Bank Daerah itu, ada tiga peristiwa besar yang harus dihadapinya, yaitu krisis moneter tahun 1999 yang mengakibatkan Bank Aceh saat itu hampir kolaps dan masuk Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), karena Cavital Adequacy Ratio (CAR) minus 25 persen dan NPL 45 persen, serta persoalan internal yang sangat rumit, kondisi SDM tidak produktif, kesulitan likuiditas dan Bank dalam kategori tidak sehat, BPD Aceh cukup terpuruk dan dalam keadaan rugi dimasa itu.

Kemudian, Bank dihadapkan dengan konflik Aceh berkepanjangan dimana banyak karyawan dan aset bank menjadi korban, ditambah musibah gempa dan tsunami yang meluluhlantakkan Aceh saat itu yang telah menelan puluhan karyawan menjadi korban alam dan aset bank hancur.

Tapi dengan seluruh persoalan tersebut, tangan dingin Aminullah Usman berhasil menjadikan Bank Aceh tetap eksis hingga hari ini. Pada tahun 2000 Aminullah dilantik menjadi Dirut BPD Aceh, saat itu aset awal Bank Rp 660 Miliar. Dan hingga akhir kepemimpinannya selama 2 periode, pada tahun 2010 aset Bank Aceh sudah menembus angka Rp 13 triliun, dan seluruh persoalan yang dihadapi Bank Aceh sepanjang 2001-2010 berhasil ia selesaikan, sehingga atas keberhasilannya itu, Aminullah dinobatkan oleh salah satu lembaga ternama di pusat sebagai CEO BUMD On Crisis Management Terbaik Nasional. Dan menjadi Bank sehat hasil audit Bank Indonesia (BI) sangat bagus menutup penilaian Majalah Info Bank dan WTP hasil audit BPKP, serta Bank mampu meraih keuntungan besar saat itu hingga mencapai keuntungan Rp 1 miliar per hari.

Dan hingga saat ini, Aminullah Usman masih tetap diberikan amanah oleh para jajaran pensiunan Bank Aceh sebagai Ketua Ikatan Pensiunan Bank Aceh Syariah (BAS).

Tak sampai disitu, pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2017, Aminullah memutuskan untuk maju sebagai Wali Kota Banda Aceh, guna memperbaiki serta menyelesaikan berbagai persoalan di Ibu Kota Provinsi Aceh itu.

Atas berbagai pengalaman dan sepak terjangnya dalam memimpin, Aminullah merupakan satu-satunya Kepala Daerah di Provinsi Aceh periode 2017-2022 yang berhasil meraih 120 penghargaan dari Daerah, Nasional dan Internasional atas prestasi kinerja baik dan sukses membangun Kota Banda Aceh.